Pendidikan

14 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli, Jenis dan Contoh

14 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli, Jenis dan Contohnya – Untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang hipotesis adalah yang dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, fungsi dan jenisnya, agar anda dapat lebih mengerti dan mengerti, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

hipotesis adalah

Table of Contents

Definisi Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin pelajari. Hipotesis adalah penjelasan sementara tentang hubungan fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian.


Peneliti harus selalu terbuka terhadap fakta dan kesimpulan sebelumnya, baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Jadi, dalam hal ini telaah teori dan temuan penelitian yang relevan berfungsi untuk menjelaskan masalah dan memperkuat prediksi tentang jawaban atas pertanyaan penelitian.

Baca Juga Artikel Terkait : Kompetensi Guru


Berikut ini adalah beberapa pengertian hipotesis menurut para ahli, yang terdiri dari:


Hipotesis adalah dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya. (Nasution: 2000).


Hipotesis adalah proposisi atau dugaan yang belum terbukti yang secara tentatif menjelaskan fakta atau fenomena, serta kemungkinan jawaban atas pertanyaan penelitian.


Hipotesis adalah pernyataan atau tuduhan bahwa suatu masalah penelitian masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.


Hipotesis adalah pernyataan dengan tingkat kebenaran yang lemah yang masih harus diuji dengan teknik tertentu.


Hipotesis adalah pernyataan dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih.


“Dapat didefinisikan sebagai ekspektasi tentang berdasarkan generalisasi asumsi hubungan antar variabel”.


Memberikan resolusi “Penelitian ilmiah atau hipotesis adalah pernyataan afirmatif formal yang memprediksi hasil penelitian tunggal, penjelasan sementara atau hubungan antara dua variabel atau lebih”.


Hipotesis dapat didefinisikan sebagai jawaban sementara yang kebenarannya harus diuji atau ringkasan kesimpulan teoretis yang diperoleh melalui tinjauan pustaka.


Hipotesis adalah pendukung tentatif atau sementara yang memprediksi situasi yang akan diamati.

Baca Juga Artikel Terkait : Pengaturan adalah


Mendefinisikan hipotesis sebagai generalisasi tentatif, generalisasi tentatif yang valid yang masih diuji.


Hipotesis adalah proposisi yang harus dimasukkan untuk menguji dan menentukan validitas, hipotesis menyatakan apa yang harus dicari.


Menyatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban tentatif terhadap masalah penelitian. Jawabannya dinyatakan dalam hubungan dalam bentuk variabel independen dan dependen.


Nyatakan hipotesisnya :”pernyataan tentatif, masuk akal, dapat diuji mengenai terjadinya perilaku, fenomena, atau peristiwa tertentu: prediksi hasil studi”.


Hipotesis adalah kesimpulan sementara yang belum final; jawaban sementara; tebakan sementara; yang merupakan konstruk peneliti terhadap masalah penelitian, yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Kebenaran dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan ilmiah.


Ciri-ciri Hipotesis yang Baik

Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk pernyataan deklaratif, bukan kalimat tanya.
  • Hipotesis berisi pernyataan mengenai hubungan paling sedikit antara dua variabel penelitian.
  • Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menjelaskan fakta.
  • Hipotesis harus dapat diuji (dapat diuji). Hipotesis dapat diuji secara khusus untuk menunjukkan bagaimana variabel penelitian diukur dan bagaimana memprediksi hubungan atau pengaruh antar variabel yang bersangkutan.
  • Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Baca Juga Artikel Terkait : Etika adalah


Fungsi Hipotesis

Fungsi hipotesis adalah memberikan batasan dan memperkecil ruang lingkup penelitian, mempermudah pengumpulan dan pengolahan data, menentukan jenis, jumlah dan hubungan variabel penelitian, menentukan variabel dependen yang harus dikendalikan (Umi Narimawati, 2007: 59).


Menurut Ary Donald, hipotesis memiliki fungsi dalam penelitian yaitu “Gulo, 2000:57”

  • Memberikan penjelasan tentang gejala dan mempermudah perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  • Mengemukakan pernyataan tentang hubungan antara dua konsep yang dapat diuji secara langsung dalam penelitian.
  • Berikan arahan penelitian.
  • Menyediakan kerangka kerja untuk mempersiapkan kesimpulan penelitian.

Fungsi hipotesis menurut Prof. Dr. S. Nasution “2000” adalah:

  • Untuk menguji kebenaran teori tersebut.
  • Memberikan ide-ide baru untuk mengembangkan teori.
  • Memperluas pengetahuan penelitian tentang suatu fenomena yang sedang dipelajari.

Manfaat Hipotesis

Membangun hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Memberikan batasan dan memperkecil ruang lingkup penelitian dan penelitian.
  2. Menyadarkan peneliti terhadap kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang terkadang hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
  3. Sebagai alat sederhana dalam memfokuskan fakta-fakta yang terpecah-pecah tanpa koordinasi menjadi satu kesatuan yang penting dan komprehensif.
  4. Sebagai pedoman dalam menguji dan menyesuaikan fakta dan antar fakta.

Oleh karena itu kualitas manfaat hipotesis akan tergantung pada:

  1. Pengamatan tajam peneliti terhadap fakta.
  2. Imajinasi dan pemikiran kreatif para peneliti.
  3. Kerangka analisis yang digunakan oleh peneliti.
  4. Metode dan desain penelitian dipilih oleh peneliti.

Baca Juga Artikel Terkait : Lompat jauh


Jenis Hipotesis

Menurut Thomas, dalam penelitian terdapat dua jenis hipotesis yaitu “Swarjana, 2012:39”:

  • Hipotesis Alternatif “Ha”
    Hipotesis alternatif disebut juga dengan hipotesis kerja, hipotesis ini menyatakan bahwa ada perbedaan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain atau menyatakan bahwa ada hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain atau dapat juga menyatakan bahwa ada pengaruh variabel yang satu dengan variabel yang lain. perlakuan variabel lainnya.
  • Hipotesis Nol “H0”
    Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antar variabel penelitian atau menyatakan tidak ada perbedaan antar variabel penelitian atau dapat juga menyatakan pengaruh satu variabel atau perlakuan terhadap variabel lainnya.

Hipotesis dibagi menjadi 2 (dua) kategori “Juliandi, 2014:45-48” yaitu:


Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik adalah pernyataan matematis tentang keadaan populasi yang sedang ditinjau/dipelajari. Suatu pernyataan akan dinyatakan sebagai pernyataan matematis jika dan hanya jika pernyataan tersebut disajikan dengan menggunakan simbol-simbol matematika. Hipotesis statistik dibagi menjadi dua, yaitu hipotesis nol “H0” dan hipotesis alternatif “Ha”. Hipotesis statistik juga dapat dibagi menjadi hipotesis dua arah dan hipotesis satu arah.


Oleh karena itu, simbolisasi hipotesis adalah:

Ha: m1≠ m2 (Hipotesis dua arah) (kurang spesifik)

Ha: m1> m2 (hipotesis satu arah) (tepat dan spesifik)


Atau

Ha: m1- m2 ≠ 0 (Hipotesis dua arah)

Ha : m1 – m2 > 0 (hipotesis satu arah)


Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian disebut juga dengan hipotesis substansi “hipotesis substantif” adalah hipotesis yang memuat pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih sesuai dengan teori. Hipotesis substansial tidak dapat diuji, untuk diuji hipotesis tersebut harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam hipotesis statistik. Hipotesis penelitian tidak ditulis dengan menggunakan simbol H0 atau Ha, melainkan hanya berupa kalimat atau pernyataan tentang apa yang seharusnya berlaku pada populasi yang ditinjau yang harus didukung oleh teori substantif yang relevan.

Baca Juga Artikel Terkait : Ergonomi adalah


Menjelajahi Hipotesis

Terdiri dari:

1. Untuk merumuskan hipotesis seorang peneliti dituntut untuk mampu menggali sumber-sumber hipotesis. Untuk itu, peneliti harus:


  • Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan membaca banyak literatur yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
  • Memiliki kemampuan menelaah informasi tentang tempat, benda, dan hal-hal yang berkaitan satu sama lain dalam fenomena yang diselidiki.
  • Memiliki kemampuan menghubungkan satu situasi dengan situasi lainnya sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan.

2. Dari beberapa pendapat ahli, penggalian sumber hipotesis dapat berasal dari:

  • Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam terkait dengan fenomena.
  • Wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang suatu fenomena.
  • Bahan bacaan dan literatur yang valid.
  • Pengalaman individu sebagai reaksi terhadap fenomena.
  • Data empiris yang tersedia.
  • Analogi atau kesamaan dan terkadang menggunakan imajinasi berdasarkan fenomena.

3. Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis sebagian besar disebabkan oleh:

  • Tidak adanya kerangka teoretis atau kurangnya pengetahuan tentang kerangka teoretis yang jelas.
  • Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teoritis yang ada.
  • Gagal mengenal teknik penelitian yang ada untuk menyusun hipotesis dengan benar.

Kesalahan dalam Perumusan Hipotesis dan Pengujian Hipotesis

Dalam perumusan hipotesis mungkin terdapat kesalahan. Ada dua macam kesalahan dalam perumusan hipotesis, yaitu:

  • Menolak hipotesis nol yang seharusnya diterima disebut kesalahan alpha dan diberi simbol a atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran.
  • Menerima hipotesis nol yang seharusnya ditolak, disebut kesalahan beta dan diberi simbol b.

Pada umumnya penelitian di bidang pendidikan menggunakan taraf signifikansi 0,05 atau 0,01, sedangkan untuk penelitian kedokteran dan farmasi dengan risiko yang berkaitan dengan kehidupan manusia diambil taraf signifikansi 0,005 atau 0,001, bahkan mungkin 0,0001. Misalnya ditentukan tingkat signifikansi 5%, jika kesimpulan yang diperoleh diterapkan pada populasi 100 orang, maka tepat untuk 95 orang dan untuk 5 orang lainnya akan terjadi penyimpangan.

Baca Juga Artikel Terkait : Papan cerita adalah


Cara pengujian hipotesis didekati dengan menggunakan kurva normal. Harga untuk pengujian hipotesis dapat diturunkan dari Z-score atau T-score. Jika harga Z-score atau T-score terletak pada daerah penerimaan Ho, maka Ha yang dirumuskan tidak diterima dan sebaliknya.


Contoh Hipotesis

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara yang masih berupa dugaan atas suatu masalah. Dalam hal ini, untuk membuktikan kebenaran hipotesis perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Dalam membuat hipotesis yang baik perlu dirumuskan beberapa kriteria yang antara lain sebagai berikut:

  • Pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian
  • Suatu pernyataan yang dirumuskan dengan tujuan untuk diuji secara empiris.
  • Berupa pernyataan-pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang kuat dibandingkan dengan hipotesis tandingan.

Dalam membuat hipotesis juga diperlukan format yang baik, antara lain tentang pernyataan “jika-maka”, hipotesis nol dan alternatif, serta hipotesis berarah dan tidak berarah.


Contoh Hipotesis 2

Dari ketiga format hipotesis yang baik dan terdiri dari 3 bagian penting di atas, akan diperoleh contoh hipotesis penelitian sebagai berikut:


1. Pernyataan “Jika-Maka”.

Contoh:

Jika karyawan mengalami tekanan kerja yang lebih rendah, mereka akan mendapatkan kepuasan kerja yang lebih tinggi.


2. Hipotesis Non dan Alternatif

Contoh:

  • H0 = Tidak terdapat pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai
  • Ha = Terdapat pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai

3. Hipotesis Directional dan Nondirectional

Contoh:

Ada hubungan langsung antara variabel gaya kepemimpinan dan ketidakpastian lingkungan bisnis.


Demikianlah pembahasan mengenai 14 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli, Jenis dan Contohnya Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button